MATILAH KALIAN KARENA KEMARAHAN KALIAN
_______
Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani
Dua hari yang lalu para ulama dan da'i se Asia Tenggara berkumpul di Jakarta. Dari Indonesia ada yang mewakili Nahdlatul Ulama, Muhammadiyyah, Al-Washliyyah dan lain sebagainya, termasuk ada juga ustadz Felix Siauw sebagai "perwakilan" dari Hizbut Tahrir Indonesia.
Tentunya ini merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan, para ulama panutan umat berkumpul dalam satu tempat dan acara untuk mendeklarasikan semangat persatuan di antara mereka. Tidak ada lagi sikap 'ashobiyyah yang dimunculkan, merasa bangga dengan masing-masing kelompoknya.
Uniknya, pada acara tersebut ustadz Felix Siauw turut pula dihadirkan. Padahal beliau adalah salah seorang da'i yang seringkali mendapat persekusi dari para haters'nya. Dengan alasan Felix Siauw termasuk anggota HTI yang sudah dibubarkan oleh pemerintah, pengajian beliau dibubarkan di mana-mana.
Jelas saja dengan dihadirkannya ustadz Felix pada acara tersebut membuat kaum sekuler liberal kejang-kejang dan kelojotan. Ternyata selama ini yang tidak suka beliau, dengan HTI nya, hanya gerombolan mereka, sementara ustadz Bachtiar Nasir, ustadz Abd. Shomad, ustadz Adi Hidayat dan tokoh-tokoh fenomenal lainnya tidak.
Ibarat "Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu," mungkin itulah perumpamaannya. Celaan mereka terhadap HTI tidak membuat aktifis-aktifis Hizbut Tahrir ditolak dan dibenci oleh para tokoh dan umat, justru mereka semakin disayang dan dirindu akan kehadirannya. Sungguh ini merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan bagi orang-orang yang beriman.
Manusia-manusia yang tidak suka dengan terjalinnya tali persatuan di antara umat Islam, sudah dipastikan mereka ada penyakit nifaq di dalam hatinya. Mereka bahagia manakala umat Islam terus dirundung masalah dan keterpecahan, sementara mereka benci luar biasa ketika umat Islam mendapat nikmat persatuan dan kemenangannya.
Di depan handphone-handphone yang mereka pegang, mereka marah melihat bersatunya tokoh-tokoh ulama dan da'i dambaan umat. Membayangkan hal ini, saya teringat dengan Firman Allah swt.,
"Beginilah kamu (orang-orang yang beriman), kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata: ‘Kami beriman.’; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap (kesuksesan dakwah) mu. Katakanlah (kepada mereka): ‘Matilah kamu karena kemarahanmu itu.’ Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati," (Qs. Al Imron: 119).
Cukuplah Allah sebagai penolong kami.
Cukuplah Islam sebagai pemersatu kami.
Hasbunaallahu wani'mal waakil, ni'mal maula wani'man naashir.
#KhilafahAjaranIslam
#ReturnTheKhilafah
Cirebon, 8 Juli 2018
Comments
Post a Comment