Skip to main content

Sejarah Desa

 a.             Asal-usul/Legenda Desa
Sebelum tahun 1918 di wilayah Kecamatan Cikoneng di antaranya ada Desa Cikedengan dan Desa Wanasigra.
      Desa Cikedengan pernah dipimpin oleh :
1.       Syeh Mbah Ajibun
2.       Wirajuda
3.       Surapraja
4.       Anggawijaya
5.       Tirtadiharja
     Desa Wanasigra pernah dipimpin oleh :
1.       Syeh Aki Padamatan
2.       Sutaprawira
3.       Surajiwa
4.       Raksadidjaya
5.       Surayuda
6.       Sukawinata
              Pada tahun 1918, Desa Cikedengan dan Desa Wanasigra bergabung dengan nama Desa Margaluyu. Maka sejak saat itu nama Desa Margaluyu sampai sekarang.

B.Sejarah Pemerintahan Desa
Sebelum keluarnya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979, tentang Pemerintahan Desa, struktur Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa, Juru Tulis, Polisi Desa dan Ulu-ulu. Pada sistem Pemerintahan Desa saat itu tidak ada lembaga musyawarah, untuk menyusun kebijakan desa dan rencana pembangunan desa dilakukan dengan seluruh masyarakat pada forum Rapat Salapanan, sehingga pada sistem ini Pemerintah Desa berfungsi sebagai pengaturan dan pengurusan.

Dengan keluarnya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 Struktur Pemerintahan Desa terdiri dari Pemerintah dan Lembaga Musyawarah Desa (LMD). Kedudukan Kepala Desa pada struktur Pemerintahan Desa ini selaku Kepala Desa dan Ketua LMD, sehingga fungsi Kepala Desa sebagai Ketua pada fungsi pengaturan dan fungsi pengurusan.

Setelah keluarnya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah, struktur Pemerintahan Desa berubah terdiri dari Pemerintah Desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD). Badan Perwakilan Desa (BPD) Margaluyu dibentuk pada Tahun 2007 dengan jumlah anggota sebanyak 9 orang. Kedudukan Kepala Desa pada struktur Pemerintahan Desa ini tidak merangkap menjadi Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), sehingga Ketua pada fungsi pengaturan dan pengurusan berpisah. Untuk membantu Pimpinan BPD dibentuklah Sekretariat BPD terdiri satu orang Sekretaris dan satu orang Staf. Sekretaris dan Staf berasal dari masyarakat bukan dari perangkat desa dan diangkat oleh Pemerintah Desa.

Tahun 2005 dengan keluarnya Undang-undang 32 tahun 2004, tentang Pemerintahan Desa sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005, Badan Perwakilan Desa (BPD) diubah nomenklatur menjadi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan sebagai tenaga administrasi atau sekretaris diambil dari salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jumlah anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Margaluyu sebanyak 9 orang. Kedudukan Kepala Desa tidak merangkap menjadi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) namun berkedudukan sejajar sebagai mitra kerja. Sistem Pemerintahan Desa tersebut hingga sekarang belum ada perubahan.








Adapun Nama-nama Kepala Desa sejak berdirinya Desa sampai sekarang, sebagaimana pada tabel di bawah ini :

Tabel  Nama-nama Kepala Desa

No.
Periode
Nama
1
1918 – 1930
M. TIRTADIHARJA
2
1930 – 1945
M. NATADIPURA
3
1945 – 1966
M. GANDA SASMEDI
4
1966 – 1967
M. MARDJOEK
5
1967 – 1972
Rd. SOEBANA ATMADJA
6
1972 – 1973
HUDAPAR
7
1973 – 1993
TOLHAH EFFENDI
8
1993 – 2001
MOCH. MUCHSIN
9
2001 – 2007
AYUS DARUSMAN
10
2007 – 2013
HERLAN
11
2013 – 2019
ENCENG NANA
         C. Sejarah Pembangunan Desa
Pembangunan Desa tidak terlepas dari pelaku pembangunan dan hasil-hasilnya. Berkenaan dengan sejarah pembangunan desa tentu saja unsur yang ada sebagai pelaku pembangunan yaitu Pemerintah Desa, lembaga perencana dan pelaksana pembangunan serta masyarakat sebagai pelaku dan penerima manfaat pembangunan.

Sebelum tahun 1980 di Desa Margaluyu telah terbentuk lembaga sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan yaitu Lembaga Sosial Desa (LSD). Kemudian dengan keluarnya Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 1980,  Desa Margaluyu pada tahun 1984 membentuk Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) yang bertugas membantu Kepala Desa dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat dan menumbuhkan kondisi dinamis masyarakat. 

Berkenaan dengan bergulirnya era reformasi maka LKMD yang telah terbentuk dan nampak hasilnya tersebut seolah-olah tidak berfungsi. Sejak keluarnya Undang-undang Nomor 22 Tahun 2004, maka bangkitlah lagi lembaga ini dengan sebutan lain yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD).

Sejarah pelaksanaan pembangunan desa sebagaimana pada tabel di bawah ini :

Tabel  Sejarah Pembangunan Desa
No
Tahun
Kegiatan Pembangunan
Keterangan
1
1918 -1973
Perbaikan/pembangunan Infrastruktur Desa
2
1974
Pengaspalan jalan Desa
1500 m
3
1975
Rehab. Masjid Al-Mujahidin
4
1976
Rehab. Dam Sungai Cibeureum
5
1977
Rehab. Jembatan Ciirateun
6
1978
Rehab. Dam Rukes
7
1992
Rehab. Kantor Desa
8
1994 – 1995
Rehab. Masjid Al-Mujahidin
9
1998
Rehab. Jalan Desa
PNPM
10
2002
Pembangunan jembatan Jl. Nagrak
PNPM
11
2008
Rehab. Saluran irigasi
PPIP


 Keadaan Sosial

Keadaan sosial Desa Margaluyu pada tahun 2007, yang digambarkan dengan jumlah penduduk, pendidikan dan kesehatan, adalah sebagai berikut :

      a.       Kependudukan
Jumlah penduduk dan Kepala Keluarga Desa Margaluyu sebagaimana pada tabel di bawah ini:

Tabel  Jumlah penduduk

No
Uraian
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
1
Penduduk
3171
3042
6213
2
Kepala Keluarga
1635
165
1800

      b.       Pendidikan
Keadaan pendidikan digambarkan dengan Tingkat pendidikan, Lembaga Pendidikan dan Wajib Belajar 9 tahun. Data atau angka sebagaimana di bawah ini.
      a)      Tingkat pendidikan penduduk pada tabel di bawah ini :

Tabel  Tingkat Pendidikan

No
Tingkat pendidikan
Banyaknya (orang)
Laki-laki
Perempuan
1
Tidak Tamat SD
50
43
2
SD
803
773
3
SLTP
673
652
4
SLTA
621
614
5
Diploma
51
44
6
Sarjana
83
38
Jumlah
2281
2164

      b)   Lembaga pendidikan yang ada di Desa Margaluyu terdiri dari jenjang PAUD, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Di samping itu juga ada Lembaga Pendidikan Keagamaan yaitu Madrasah Diniyah. Adapun lembaga pendidikan sebagaimana tabel di bawah ini :

Tabel  Lembaga Pendidikan

No
Jenjang Sekolah
Jumlah
1
SLTA/Sederajat
1
2
SLTP Sederajat
2
No
Jenjang Sekolah
Jumlah
3
SD/Sederajat
4
4
Taman Kanak-kanak
4
5
Pendidikan Usia Dini (PAUD)
4
6
Lembaga Pendidikan Kursus
-
7
Lembaga Pendidikan Keagamaan (MD)
4

      c)       Wajib Belajar 9 tahun dan Angka Putus Sekolah sebagaimana pada tabel di bawah ini :


Tabel Wajib Belajar 9 Tahun

No
Uraian
Jumlah
Prosentase
(%)
1
Usia 7–15 tahun
1142
18,38
2
Usia 7–15 tahun masih sekolah
3
Usia 7–15 tahun putus sekolah

      c.       Kesehatan
Keadaan kesehatan masyarakat digambarkan dengan Tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan, Cakupan Imunnisasi, Keadaan Gizi Balita, Peserta Keluarga Berencana, dan Pemenuhan kebutuhan air bersih. Data dan angka sebagaimana di bawah ini :
      a)      Tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan sebagaimana pada tabel di bawah ini:

Tabel  Tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan

Uraian
Jumlah
Prosentase
(%)
Kelahiran
Bayi lahir mati
-
-
Bayi lahir hidup
32
0,51
Ibu melahirkan meninggal
-
-

      b)      Cakupan Imunnisasi sebagaimana pada tabel dibawah ini :

Tabel  Cakupan Imunnisasi

Uraian
Jumlah
Prosentase
(%)
Jumlah Balita
496
7,98
Imunisasi Folio II
496
7,98
Imunnisasi DPT I
496
7,98
Imunnisasi BCG
496
7,98
Cakupan Imunnisasi
496
7,98

      c)       Keadaan Gizi Balita sebagaimana pada table di bawah ini :

Tabel  Keadaan Gizi Balita

Uraian
Jumlah
Prosentase
(%)
Jumlah Balita
496
7,98
Jumlah Balita bergizi buruk
-
-
Jumlah Balita bergizi baik
496
7,98
Jumlah Balita mati
1
-
Jumlah Balita bergizi kurang
-
-

      d)      Peserta Keluarga Berencana sebagaimana pada tabel di bawah ini :







Tabel  Peserta Keluarga Berencana

No
Uraian
Akseptor
Prosentase
(%)
1
IUD
181
2
MOP
3
3
MOW
65
4
Implant
26
5
Suntik
290
6
Kondom
20
7
Pil
205
Jumlah
790
Pasangan Usia Subur
1035

      e)      Cakupan pemenuhan kebutuhan air bersih, sebagaimana pada tabel di bawah ini:

Tabel  Pemenuhan kebutuhan air bersih

No
Uraian
Jumlah
(KK)
Prosentase
(%)
1
Pengguna air sumur pompa
90
5
2
Pengguna air sumur gali
720
40
3
Pengguna mata air
23
1,27
4
Pengguna hidran umum
-
-
5
Pengguna penampungan air hujan
-
-
6
Pengguna perpipaan/PDAM
157
3,16
7
Lainnya
-
-
Jumlah
990
44,43
Jumlah KK
1820

Keadaan Ekonomi

Untuk menggambarkan keadaan ekonomi masyarakat indikator yang digunakan yaitu Pengangguran, Kemiskinan dan Mata Pencaharian penduduk pada tahun 2012.
         a.          Angka pengangguran sebagaimana pada tabel di bawah ini :

Tabel  Pengangguran

No
Ketenagakerjaan
Jumlah
Prosentase
( % )
1
Usia Kerja
2.429
55,17
2
Pencari kerja
1140
18,34
3
Penganggur
74
6,2
4
Setengah penganggur
103
9,7

         b.          Jumlah keluarga miskin sebagaimana pada tabel di bawah ini :







Tabel  Tingkatan Keluarga

No
Tingkatan Keluarga
Non Alek
Alek
1
Keluarga Pra Sejahtera
71
53
2
Keluarga Sejahtera I
112
135
3
Keluarga Sejahtera II
759
4
Keluarga Sejahtera III
405
5
Keluarga Sejahtera III Plus
99
Jumlah Keluarga

         c.           Mata Pencaharian penduduk sebagaimana pada tabel di bawah   ini : 

Tabel  Mata Pencaharian penduduk

No
Jenis Mata Pencaharian
Banyaknya
1
Tani
372
Orang
2
Pedagang
267
Orang
3
PNS
10
Orang
4
TNI/POLRI
6
Orang
5
Pensiunan
65
Orang
6
Pertukangan
48
Orang
7
Jasa
8
Orang
8
Perangkat Desa
11
Orang
9
Peg. Swasta
1297
Orang
10
Indus tri Kerajinan
-
Orang
11
Angkutan
163
Orang

Kondisi Pemerintahan Desa

Pembagian Wilayah Desa
Desa Margaluyu merupakan salah satu Desa dari 9 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Cikoneng,  terdiri dari 4 (empat) Dusun, yaitu :
         1.             Dusun Desa
         2.             Dusun Cisaray
         3.             Dusun Gunung Asih I
         4.             Dusun Gunung Asih II

Struktur Organisasi Pemerintah Desa
Susunan Organisasi Pemerintah Desa Margaluyu mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 8 Tahun 2007, tentang Pedoman Peyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, yaitu Kepala Desa dan Perangkat Ddesa yang terdiri dari Sekretaris Desa, Kepala Urusan, Kepala Seksi dan Unsur Wilayah.
Adapun Struktur Organisasi Pemerintah Desa Margaluyu, sebagai berikut :
                      Kepala Desa
                      Sekretaris Desa
                      Kepala Urusan Umum
                      Kepala Urusan Keuangan
                      Kepala Seksi Pemerintahan
                      Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial
                      Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan
                      Kepala Dusun Desa
                      Kepala Dusun Cisaray
                      Kepala Dusun Gunung Asih I
                      Kepala Dusun Gunung Asih II


PENDUDUK DESA MARGALUYU AWAL 2015 :
Ø        Jumlah KK                                  : 1821  KK
o      Dusun Desa                                  : 515 KK
o      Dusun Cisaray                               : 577 KK
o      Dusun Gunung Asih I                     : 391 KK
o      Dusun Gunung Asih II                    : 337 KK
Ø        Jumlah Rumah                : 945 unit
Ø        Jumlah Sekolah              :   20 unit
o      PAUD                                           :     3 unit
o      TK, TKA, R.A                               :     4 unit
o      Madrasah Diniyah (TPA)                :     6 unit
o      Sekolah Dasar                              :     3 unit
o      Madrasah Ibtidaiyah                      :     1 unit
o      Sekolah Menengah Pertama           :     2 unit
o      Sekolah Menengah Atas                :     1 unit

Keterangan :
·       Ada beberapa sekolah yang berada dalam 1 lokasi.
·       Jumlah Lokasi                        : 10 lokasi
         Dusun Desa               : 3 lokasi
   Dusun Cisaray            : 4 lokasi
         Dusun Gunung Asih I  : 2 lokasi
         Dusun Gunung Asih II : 1 lokasi


Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini