Skip to main content

Pakai Attribut TNI di Sukabumi, Bakal Dirazia Polisi Militer

FOTO:WIDI/RADARSUKABUMI
DICOPOT : Salah seorang anggota Polisi Militer mencabut stiker TNi di mobil salah seorang yang terkena razia Patuh Lodaya 2016 serta razia penggunaan seragam dan atribut TNI di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Cikole, selasa (24/5).
 Tim gabungan personel Subdempom III/Siliwangi, Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menggelar giat Operasi Patuh Lodaya 2016 serta razia berbagai atribut TNI di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Gunungparang Kecamatan Cikole, selasa  (24/5).
Sejumlah kendaraan yang melintas di area tersebut pun tak luput dari pengawasan petugas gabungan yang gencar melakukan razia.
Bintara Pemeriksa Polisi Militer (PM) Sukabumi, Serma Awaludin Nenggala mengatakan, sasaran razia adalah sepeda motor atau mobil yang memasang segala bentuk atribut TNI, misalnya stiker. Bahkan, pengendara yang mengenakan pakaian dan aksesoris TNI juga tidak luput dari razia.
Ia menambahkan, dalam kegiatan Patuh Lodaya 2016 itu, masih banyak ditemukan pelanggar menggunakan stiker dan atribut TNI-Polri.
“Di hari pertama ini, ada sekitar empat orang yang kedapatan menggunakan atribut TNI. Kami pun langsung melepas semua stiker maupun aksesoris TNI yang terpasang di kendaraan maupun dipakai warga sipil. Sebab, hanya anggota TNI saja yang boleh memasang dengan menunjukkan kartu anggota TNI,” ujar pria yang akrab dipanggil Awal ini saat ditemui Radar Sukabumi usai melaksanakan razia. Tidak hanya stiker, petugas juga menyita pakaian berupa jaket, kaos, rompi serta celana loreng hijau khas militer milik pengendara yang ternyata adalah warga sipil. “Kami sita barang bukti tersebut untuk diserahkan kepada atasan,” terangnya.
Menurutnya, razia penggunaan seragam TNI maupun atribut ini dilakukan untuk menghindari penyalahugunaan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Seperti digunakan untuk memperlancar tindak kejahatan.
“Ya ada beberapa laporan tindak kejahatan mengatasnamakan anggota TNI, tapi setelah kami periksa ternyata orang itu hanya warga sipil yang kebetulan menggunakan atribut TNI,” jelasnya.
Awal pun tak sepenuhnya menyalahkan warga sipil yang menggunakan atribut TNI. Karena, penjualan atribut TNI saat ini masih tergolong mudah.
Seharusnya, pemilik toko lebih teliti dan jeli kepada konsumennya. Konsumen yang membeli atribut TNI pun, harus menunjukkan kartu keanggotaannya.
“Kebanyakan para warga sipil yang terjaring razia, ngakunya atribut tersebut dikasih saudaranya yang merupakan anggota TNI. Ada juga yang beli, biasanya mereka beli di toko-toko resmi TNI. Seharusnya, pemilik toko harus meminta kartu keanggotaan TNI-nya, kalau enggak bisa menunjukkan lebih baik tidak diladeni,” tegasnya.
Selain merazia warga sipil yang menggunakan atribut TNI, puluhan kendaraan roda dua pun terkena razia tilang yang dilakukan oleh Anggota Satlantas Polres Sukabumi Kota.
KBO Satlantas Polres Sukabumi Kota, IPTU Imam Retno mengatakan, sedikitnya 77 kendaraan terkena tilang.
“Pelanggarannya cukup banyak, seperti masalah SIM, STNK, parkir liar dan melawan arus,” terangnya.
Dikatakannya, Operasi Patuh Lodaya 2016 dilaksanakan mulai dari 1 hingga 30 Mei 2016.
Kali ini, Satlantas tidak sendiri tetapi bersama anggota lainnya seperti anggota Polisi Militer (PM) dan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.
“Sebenarnya ini Operasi Patuh Lodaya Satlantas, tetapi dari Dishub minta untuk melakukan razia salah satunya penertiban parkir liar di Jalan Ahmad Yani. Selain itu juga, banyak ditemukan pelanggaran melawan arus di Jalan Harun Kabir, padahal di situ jelas ada aturan perbodennya. Tetapi tadi masih banyak yang melanggar dengan melawan arus,” pungkasnya.

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini