Skip to main content

Analisa Sederhana, Mengapa Website Pemerintah Mudah Di "hack"

Memasuki era Millenium 2000 dunia di hadapkan pada perkembangan teknologi digital yang kian pesat. Berbagai kemudahan mengakses informasi menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk terbanyak ke 4 di dunia nyatanya masih teseok-seok menghadapi persaingan global dalam dunia digital. Tidak bisa di pungkiri memang bahwa ada sebagian sumber daya manusia di Negara kita yang mempunyai pengaruh di dunia teknologi informasi dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan teknologi dunia saat ini.


Analisa Sederhana, Mengapa Website Pemerintah Mudah Di "hack"
Analisa Sederhana, Mengapa Website Pemerintah Mudah Di "hack"
Kembali ke permasalahan di tanah air, akhir-akhir ini sering kali muncul berita di Mediaonline bahwa situs milik pemerintah banyak yang menjadi korban kejahilan para peretas. Entah peretas dari luar maupun peretas asal negeri sendiri. Kita sadari atau tidak ini bagaikan mencoreng wibawa bangsa sendiri. Di sisi lain kita berbangga dengan prestasi putra bangsa di negara lain dalam bidang teknologi tapi di sisi lain system keamanan situs situs instansi pemerintah dalam negeri masih sangat minim.

 baca juga :  

Berkaca pada hal di atas maka penulis mencoba menganalisa dengan cara sederhana mengapa website-website milik pemerintah mudah di "kerjain"  oleh para peretas.

  • Menggunakan cms (content management system) gratisan
Banyak sekali website milik pemerintah menggunakan CMS berbasis opensource yang rata-rata gratis. Entah karena ingin menghemat anggaran atau memang karena ketidakmampuan instansi pemerintah menyediakan sumber daya yang memadai dan berkompeten di bidang building website sehingga akhinya hanya mengandalkan cms gratisan semacam, wp,joomla,lokomedia dan lain-lain yang sudah terbukti memiliki banyak bug yang di share di forum forum "undergorund". Meski banyak CMS yang secure namun apabila masih menggunakan CMS secara default ini akan memudahkan para peretas memenukan bug di wesite milik pemerintah. Belum lagi ketidaktahuan para webmaster yang asal install plugin atau komponen dalam web mereka tanpa lebih dahulu melakukan research ini bisa menjadi pintu masuk bagi para peretas.

  • Menggunakan Shared Hosting
Di samping menggunkan CMS gratisan para developer web di instansi pemerintah juga sering manggunakan shared hosting untuk domain mereka. ini tentunya sangat rawan di bandingkan dengan memiliki server sendiri atau setidaknya menyewa vps (virtual private server) sehingga bisa lebih terjamin soal keamanan. Bukti nyatanya adalah soal kasus peretasan websiterevolusimental.go.id, web yang di gadang gadang memiliki anggaran yang besar dalam pembuatannya ternyata hanya menyewa shared hosting abal abal sehingga mudah bagi para peretas untuk mengowned web mereka. Banyak teknik yang bersiliweran di Google bagaimana cara melakukan itu mulai dari jumping server,symlink, maupun rooting server nya.

  • Jarang Melakukan Update
Sudah menggunakan CMS grstisan, ngekost di shared hosting ditambah lagi jarang melakukan update atau maintenence webnya, itu  ibarat sudah jatuh tertimpa tangga tertimpa lemari lagi, jadidouble double sialnya. Ini juga merupakan salah satu alasan yang paling krusial mengapa web pemerintahan mudah sekali di tembus. Beberapa CMS biasanya sering melakukan update pada versi mereka namun beberapa kejadian ternyata banyak web-web pemerintah masih menggunakan CMS versi lama.

  • Kurangnya "kepedulian" dari pengelola atau webmaster.
Tidak jarang ketika suatu website terkena serangan maka banyak pengelola website yang tidak segera melakukan tidakan penanganan atau perbaikan. Bahkan sudah berhari-hari "under attack" juga belum muncul respon dari pihak pengelola. ini membuktikan bahwa para pengelola website milik pemerintah banyak yang tidak serius mengurus website mereka. Banyak "cerita cerita miring" bahwa mereka sengaja membiarkan web mereka di hack sehingga dana untuk perbaikan bisa cair.


Jika di amati secara sederhana sebenarnya mudah bagi pemeritah untuk mengatasi permasalan seperti ini. Namun kenyataan yang terjadi dilapangan justru berbeda jauh dengan ekspetasi kita. Semoga tulisan sederhana ini bisa di baca oleh "mereka" sehingga kejadian kejadian peretasan terhadap website pemerintah bisa di kurangi atau bahkan bisa hilang sama sekali.

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini