Eno Parinah, gadis 19 tahun ini ditemukan tewas dengan kondisi mengerikan. Ia ditemukan tewas di mes, dengan kondisi nyaris tanpa busana, dengan gagang pacul atau cangkul ditancapkan ke organ vitalnya. Polisi telah menangkap pelaku pembunuhan ini, RA (15), seorang pelajar SMP.
Dari keterangan sementara yang diperoleh, Eno Parinah dibunuh karena tidak ingin memenuhi keinginan pelaku yang meminta bersenggama.
Lantas niat jahat itu muncul hingga menghabisi nyawa Eno Parinah dengan cangkul. Sebelum dibunuh, pelaku bersama dua orang temannya sempat merudapaksa Eno bergantian setelah Eno dibekap dengan bantal sampai lemas.
Para terduga pelaku ditangkap pada Minggu (15/5/2016). Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Pasalnya, keterangan pelaku berubah-ubah.
“Terduga pelaku memberikan keterangan yang tidak konsisten. Awalnya mengaku melakukan sendiri, kemudian berubah melakukan berdua,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo kepada wartawan.
Lalu apa sebenarnya hubungan pelaku dengan Eno Parinah, karyawati sebuah pabrik perusahaan swasta di Tangerang itu?
Berikut 5 fakta yang menunjukkan ada hubungan spesial antara RA dan Eno Parinah:
1. RA dan Eno Parinah terpaut 4 tahun
RA masih berusia 15 tahun sedangkan Eno Parinah berusia 4 tahun lebih tua dari RA. Kedekatan itu bisa jadi menunjukkan ada yang serius dari hubungan keduanya hingga Eno Parinah mau menaruh percaya pada RA.
2. Eno Parinah tak masalah RA masuk kamarnya
Eno Parinah tampak tak keberatan RA masuk ke dalam kamarnya meski Eno bukan siapa-siapa RA. Apa lagi yang bisa ditunjukkan jika keduanya memang memiliki hubungan yang spesial. Eno membiarkan lelaki berleha-leha di dalam kamarnya hingga larut malam.
3. RA masuk kamar Eno Parinah jelang tengah malam
RA berani main ke kamar Mess Eno Parinah pada Kamis pukul 23.30 WIB. Ketika itu keduanya memang tampak sedang kasmaran berdua di dalam kamar mess PT Polyta Global Mandiri, Kampung Jatimulya, Desa Jatimulya, Kosambi, Tangerang.
4. RA berani mencium Eno Parinah dengan mesra
Saat berduaan di dalam kamar, RA dan Eno sempat berciuman dengan mesra. Eno tampak merelakan bibirnya dicium oleh RA membuktikan ada hubungan khusus keduanya. Konon, karena ciuman itulah RA ingin bersenggama dengan Eno. Namun sayang Eno menolak karena takut hamil.
5. Eno dikenal pendiam dan tidak neko-neko
Ibunda Eno Parinah, Mahpudoh, memberikan kesaksian perangai anaknya yang terbilang pendiam dan baik hati. Karakter Eno yang seperti itu tampak tak menunjukkan Eno sebagai perempuan murahan. Bahkan Eno dinilai sangat bakti pada orang tua.
“Ya Allah baik banget, pendiam begini, mana ada musuhnya. Kok teganya orang,” ujar Ibunda Eno yang terus-menerus menangis.
Comments
Post a Comment