Skip to main content

10 Fakta Pembunuhan Eno Parinah


10 Fakta Pembunuhan Eno Parinah, Kelaminnya Ditusuk Gagang Cangkul Sedalam 80 Centimeter Oleh Siswa SMP
Berikut 10 fakta pembunuhan sadis Eno Parinah:
1. Pelaku Pembunuhan Eno Parinah adalah Siswa SMP
Salah satu dari 3 terduga pelaku yang membunuh Eno Parinah berstatus siswa SMP. Inisialnya RA dan baru berusia 15 tahun. RA ditangkap pada Minggu (15/5/2016).
2. Pelaku Masuk ke Kamar Eno Parinah Tengah Malam
Pelaku berinisial RA (15) masuk ke kamar Eno Parinah di Mess PT Polyta Global Mandiri, Kampung Jatimulya, Desa Jatimulya, Kosambi, Tangerang, pada Kamis tengah malam (12/5/2016) sekitar pukul 23.30 WIB. RA yang diduga memiliki hubungan khusus dengan Eno Parinah memadu kasih di dalam kamar. Keduanya terlibat ciuman panas.
3. Eno Parinah Tolak Berhubungan Badan karena Takut Hamil
Setelah ciuman panas, RA tak mampu lagi menahan birahinya. RA lantas mengajak Eno Parinah berhubungan badan. Namun, Eno Parinah menolak karena takut hamil. Kecewa dengan penolakan Eno Parinah, RA keluar dari kamar.
4. RA Kembali ke Kamar Eno Parinah Bersama Dua Temannya
Tak lama setelah keluar, RA kembali masuk ke kamar Eno Parinah. Kali ini, RA datang bersama dua rekannya. RA lantas memaksa Eno Parinah berhubungan badan.
5. RA Gigit Payudara Eno Parinah
RA dibantu dua temannya memaksa Eno Parinah berhubungan badan. Namun, korban berontak. Hal itu membuat RA marah. Pelaku kemudian membekap mulut korban dan membuka pakaiannya hingga nyaris tanpa busana. Selanjutnya, RA menggigit payudara korban.
6. Pelaku Tusuk Kelamin Korban dengan Cangkul
Setelah menyiksa Eno Parinah, RA menyuruh dua temannya mengangkat paha korban, lalau menusukkan gagang cangkul ke dalam kelaminnya. Penyiksaan sadis itu membuat Eno Parinah meregang nyawa.
7. Pelaku Tinggalkan Korban dalam Kondisi Tanpa Busana
Setelah memastikan Eno Parinah tewas, pelaku meninggalkan korban dalam kondisi gagang cangkul menancap di kelamin korban. Pintu kamar Eno dikunci dari luar.
8. Mayat Eno Parinah Ditemukan Teman Satu Mes
Mayat Eno Parinah ditemukan teman satu mesnya pada Jumat (13/5/2016) sekira pukul 08.40 WIB. Penemuan berawal dari kecurigaan teman-teman satu mes Eno Parinah yang melihat pintu kamarnya tergembok.
Rekan korban yakni Fitroh, Eroh, dan Novi, mendatangi kamar mes Eno Parinah. Mendapati kamar mes tergembok dari luar dan tidak adanya kunci duplikat, membuat Fitroh, Eroh, dan Novi berinisiatif untuk membuka kamar korban dengan menggunakan palu.
9. Eno Parinah Pulang ke Rumah Setiap Minggu
Ibu kandung Eno Parinah, Mahpudoh histeris melihat kondisi anaknya dalam kondisi mengenaskan di rumah sakit. Mahpudoh tak habis pikir orang jahat tega menghabisi nyawa anaknya dengan cara sadis. Padahal, semasa hidup Eno Parinah dikenal pendiam dan baik hati.
“Ya Allah baik banget, pendiam begini, mana ada musuhnya. Kok teganya orang,” ujar Eno yang terus-menerus menangis.
Menurut Mahpudoh, Eno Parinah pulang ke rumahnya setiap minggu di Kampung Bangkir, Kelurahan Pegandikan, Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten. Meski gajinya kecil, Eno selalu membawa makanan, kue, dan permen buat adik-adiknya saat pulang ke rumah.
10. Polisi Tangkap 3 Terduga Pelaku
Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap 3 terduga pelaku pembunuhan Eno Parinah. Satu dari tiga pelaku yang ditangkap berinisial RA (15). Pelaku berstatus siswa SMP.
Para terduga pelaku ditangkap pada Minggu (15/5/2016). Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Pasalnya, keterangan pelaku berubah-ubah.
“Terduga pelaku memberikan keterangan yang tidak konsisten. Awalnya mengaku melakukan sendiri, kemudian berubah melakukan berdua,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo kepada wartawan.

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini