Bentrokan Persib kontra Arema Cronus pada laga pamungkas Piala Bhayangkara di Stadion Utama gelora Bung Karno Minggu 4 April 2016 menjadi laga sarat gengsi.
Persib dan Arema adalah dua tim terbaik dibandingkan 8 kontestan lainya. Kendati sempat tersandung hasil imbang pada laga perdana, Persib sanggup bangkit menuai hasil sempurna dalam tiga laga beruntun fase grup yang digelar di Bandung. Dengan bekal status juara grup, Maung Bandung berhak menjadi tuan rumah laga tunggal babak semifinal dan akhirnya maju ke final stelah menang tipis 1-0 atas Bali United Pusam.
Menuju babak final, Persib membawa rerkor sebagai tim yang tak terkalahkan, paling banyak meraih kemenangan (4 menang), paling sedikit kebobolan (1 gol), dan paling produktif menjebol gawang lawan (7 gol).
Setali tiga uang, Arema juga berdiri di final dengan rentetan hasil impresif. Hamka Hamzah dan kawan-kawan maju ke semifinal sebagai juara grup. Gol yang mereka buat, yakni 4 gol memang tak sebanyak produksi Persib.
Namun, itu bisa dimaklumi karena anak-anak Malang harus menjalani fase grup jauh dari rumah sendiri. Mentalitas bertanding pasukan Milomir Selsija jelas teruji karena sanggup meraih hasil bagus di kandang lawan, yakni di Bali.
Arema bisa memangi persaingan atas tim-tim elite seperti Persija Jakarta, Persipura Jayapura, tuan rumah Bali United Pusam, dan tim amatir bertabur bintang-bintang profesional Liga Super PS Polri.
Sama seperti Persib, Arema juga tak terkalahkan hingga sampai di final dan cuma sekali kebobolan. Dua kemenangan dan dua hasil imbang di fase grup ditambah satu kemenangan krusial atas Sriwijaya FC di semifinal menjadi pendorong langkah Singo Edan ke laga puncak.
Statistik impresif kedua tim itu pula yang membuat Asisten Pelatih Persib Bandung Herrie Setiawan sepakat untuk melabeli duel timnya kontra Arema sebagai final ideal.
"Secara statistik, memang ini menjadi final ideal dua tim terbaik yang sama-sama tidak terkalahkan dan kebobolan paling sedikit. Ditambah lagi, dua tim punya reputasi besar dan suporter fanatik banyak juga. Jadi wajar kalau banyak orang bilang ini pertandingan final ideal," tuturnya.***
Comments
Post a Comment