Skip to main content

Dia Mengali Sesuatu Yang Penuh Lumpur, Namun Yang Ditemukan Ternyata WOW!


 Bagi kamu yang senang bermain di laut tentu tahu donk kalau pasang sedang surut pasti akan terlihat banyak orang dengan peralatan yang lengkap seolah mau pergi mencari harta karun kan?. Kisah yang satu ini ada seorang laki-laki sebut saja dia James, ia tidak membawa apapun, namun apa yang ia dapatkan ini sungguh menakjubkan!





Seperti yang sobat cerpen bisa lihat dari gambar diatas ini. Pantai ini seolah – olah tidak mempunyai apa-apa kecuali lumpur yang tebal dan hitam. James pun melihat ada sebuah papan kayu yang terbilang cukup besar, ia pun mencoba untuk membalikan papan kayu ini untuk melihat apa yang tersimpan dibalik papan kayu ini. Siapa sangka papan kayu yang dinilai banyak orang tidak mempunyai apa-apa ini justru menyimpan sesuatu yang sangat mengembirkan hati James! Jadi apa sih sebenarnya yang ada disana.

James pun mengali lumpur dibalik papan kayu itu dengan tangan, dan kemudia setelahnya itu mulai terlihat ada sesuatu yang keras dan besar. Dengan hati-hati akhirnya james melihat kalau itu ada seekor kepiting yang sangat besar ukurannya. Tak disangka dibalik papan kayu yang penuh lumpur ini bersembunyi seekor kepiting!

James pun sangat bahagia dengan hasil tangkapannya hari ini dan ia dengan bangganya mengabadikan momen ini . Dan ia pun berseru dengan senangnya kalau malam ini ada sayur tambahan yang lezat di rumahnya.

Dari kisah James bisa kita lihat kalau dengan kepercayaan dan mengikuti kata hati, kita tidak akan pernah salah. Jadi sobat Cerpen bagi kamu yang sedang berusaha mengerjakan sesuatu namun kelihatan seperti mengali lumpur yang tidak mempunyai apa-apa, ingat kisah James bisa menjadi inspirasi ya buat kalian semua!

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini