Skip to main content

Baca 3 Surat Ini, Setan Tak Berani Masuk Rumah Selama 3 Hari


Setan adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang telah berjanji akan menggoda dan menyesatkan manusia. Setan mengerahkan segala kemampuannya untuk menyesatkan manusia dengan berbagai cara agar manusia terjerumus ke dalam api neraka sebagai teman setan. Ada beberapa cara untuk menghindari godaan setan yang terkutuk, salah satunya yaitu dengan membaca bacaan Al-Qur’an. Surat apa yang dapat menghindarkan kita dari godaan setan?
Al-Qur’an merupakan kumpulan firman Allah SWT sebagai pedoman hidup manusia dan ternyata ada beberapa surat dalam kitab suci ini yang dapat digunakan untuk mengusir setan yang selalu menggoda manusia agar terjerumus dalam lembah dosa. 
Dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad telah diceritakan bahwa pada malam hari yang sangat gelap dan turun hujan, para sahabat keluar untuk mencari Rosulullah untuk menjadi imam dalam sholat. Setelah berjumpa dengan beliau akhirnya Nabi menyerukan kepada para sahabat untuk membaca surat Al-Falaq dan An-Nas sebanyak tiga kali pada waktu pagi dan petang hari. Jika seseorang membaca kedua surat ini di pagi dan petang hari maka Allah akan mencukupi segala sesuatu dalam kehidupannya serta Allah akan menjaganya dari segala tipu daya setan yang dapat menyesatkan manusia, inilah bacaan pengusir jin dan setan yang dapat kita amalkan.
Ternyata tidak hanya surat Al-Falaq dan An-Nas saja yang dapat mengusir setan yang dapat menggoda kita tetapi dalam Al-Qur’an juga masih terdapat beberapa surat yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari setan. Berdasarkan hadist Nabi yang telah diriwayatkan oleh Muttafa’ bahwa Rosulullah telah menjelaskan jika seseorang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah dengan tulus maka Allah akan mencukupi segala sesuatu dari kehidupannya. Makna dari kata mencukupi dalam hadist tersebut terdapat beberapa perbedaan pendapat dari para ulama. Sebagian ulama mengartikan kata mencukupi sebagai mencukupi seseorang dari shalat malam, sedangkan ulama lainnya berpendapat bahwa kata mencukupi berarti Allah akan mencukupi seseorang dari semua kejahatan setan yang selalu mengintainya.
Ayat alquran pengusir setan dan jin ini juga semakin dikuatkan dengan hadist Nabi yang menerangkan bahwa sebelum langit dan bumi diciptakan, Allah SWT telah menurunkan dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah dan jika seseorang membaca dua ayat tersebut dalam rumahnya maka setan akan mampu untuk mendekatinya hingga tiga malam. Dua ayat ini merupakan ayat yang dapat melindungi kita dari godaan dan tipu daya setan yang dapat menjerumuskan manusia kedalam kegelapan.
Sebagai seorang muslim hendaknya mengamalkan ketiga surat itu di waktu pagi dan petang hari karena Allah akan menjaga kita dari gangguan setan yang dapat menjerumuskan kita ke dalam api neraka.
Surat Al-Falaq, An-Nas, dan dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah merupakan doa pengusir setan dan jin yang dapat membentengi diri kita dari bahaya setan yang dapat merusak keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Setan tidak hanya menggoda kita dari luar saja tetapi juga dapat membisikkan tipu daya melalui hati manusia sehingga banyak diantara kita yang terjerumus dalam jebakan setan.
Tidak hanya dengan mangamalkan ketiga surat di atas saja kita dapat terhindar dari godaan setan, kita juga harus memperbaiki kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan selalu meningkatkan ibadah dan menjauhi hal-hal yang sdapat menjerumuskan kita ke dalam dosa.
Demikian informasi seputar 3 surat dalam Al-Qur’an yaitu Al-Falaq, An-Nas, dan 2 ayat terakhir dalam surat Al-Baqarah, bacalah! setan tidak akan masuk ke rumah Anda selama tiga hari.

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini