Skip to main content

Anda Ingin Lakukan ''Ronde Kedua''? Berapa Lama Pria Harus Istirahat agar Tak Mengecewakan?

Anda Ingin Lakukan ''Ronde Kedua''? Berapa Lama Pria Harus Istirahat agar Tak Mengecewakan?
Ingin coba maraton bercinta? Perhatikan kekuatan tubuh Anda lebih dulu, sebelum mengecewakan diri sendiri dan pasangan.
Menurut artikel terbaru dalam Journal of Sexual Medicine, tubuh, terutama Mr P, butuh istirahat setelah sesi bercinta yang hangat. Meski tak ada data akurat mengenai berapa lama jeda yang dibutuhkan, para ahli memperkirakan, waktu tersebut mulai dari 30 menit sampai 24 jam.
Waktu istirahat itu cenderung makin lama seiring banyaknya sesi bercinta. Misalnya, waktu istirahat seusai sesi pertama 30 menit, maka waktu istirahat setelah sesi kedua akan lebih lama dari 30 menit. Biasanya, makin tua, makin lama waktu istirahatnya.
Jadi, berapa lama waktu "isi ulang" seorang pria pada umumnya? Abraham Morgentaler, ahli urologi dari Harvard Medical School, memberikan gambaran.
"Remaja pria bisa 'mengisi ulang' hanya dalam beberapa menit. Pria usia 30 tahunan biasanya butuh setidaknya 30 menit. Sementara itu, bagi pria berusia 50 tahun ke atas, satu orgasme dalam sehari bisa dibilang sebuah prestasi," papar Morgentaler.
Hal tersebut diamini oleh Richard K Lee, ahli urologi dari Weill Cornell Medicine. Menurut Lee, pria tak seperti wanita. Kebanyakan pria dewasa butuh waktu sekitar satu jam agar bisa ereksi dengan optimal untuk memulai sesi bercinta selanjutnya.
Para ahli tak yakin mengapa pria butuh waktu untuk 'isi ulang'. Mereka menduga, ini ada kaitannya dengan hormon prolaktin. Beberapa hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kadar testosteron yang rendah dan usia adalah biang keladinya.
Gaya hidup seorang pria pun turut berpengaruh. Kebiasaan menenggak alkohol atau sering masturbasi diduga memperlama waktu 'isi ulang' tersebut.
"Jadi, jangan terinspirasi oleh film porno, yang menunjukkan priabisa bercinta tiga sampai empat kali dalam waktu beberapa jam. Itu tak logis," imbuh Lee. 

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini