Skip to main content

Untukmu Mantan Kekasihku, Surat Ini Kubuat Sebagai Permintaan Maaf Dariku yang Tak Ingin Kembali Padamu

"Dari aku yang dulu pernah mencintaimu" Hey, apa kabarmu di sana? Semoga baik-baik saja. Barangkali kau sedikit tercengang dengan surat yang kukirimkan. Jangan berfikir macam- macam. Karena aku pikir memang hanya inilah cara paling gampang untuk menyampaikan semua isi pikiran. Menjalin hubungan denganmu adalah salah satu fase hidup yang tak pernah kusesali, sama sekali. Kau perlu tahu itu. Jatuh cinta pada siapa adalah hal yang tak bisa kita ramalkan. Begitu pula saat dahulu kita saling suka. Serta merta dunia serasa menjadi sepetak saja. Dan kitapun menjadi sepasang anak muda yang kasmaran. Kau yang selalu duduk di sana menemaniku menghabiskan makan malam. Kau yang khusyuk membiarkanku bercerita banyak hal. Kau yang datang menghiburku saat sedang kebingungan. Semua berjalan tanpa banyak gangguan. Aku berterima kasih akan kenangan itu. Tapi perlahan aku sadar, mencintaimu itu seperti bunuh diri. Rasa yang aku beri telah kau goresi. Hingga hari itu tiba. Kuman telah kau tumbuhkan sendiri untuk menggerogoti janji. Bilangmu, kau akan menjaga hati, tapi kau malah membiarkannya terkontaminasi. Katamu, aku tak akan terganti, tapi nyatanya kau mencari-cari lagi. Dengan gampang, kau mempersilahkan orang lain menyusup ke dalam. Membiarkan hatimu terbagi. Dengan belati kau mengikisi hatiku yang telah lama jadi penghuni. Membuatku tak punya pilihan lain kecuali pergi. Berpisah denganmu bukanlah sebuah pilihan, tapi keharusan yang tak bisa kualpakan. Ibarat dataran kosong, kini kau sudah membuat lubang cukup besar di hatiku. Kau juga yang membuatnya jadi beku dan menderu. Hingga tak bisa lagi kupakai untuk mencintaimu. Barangkali kau perlu tahu, saling mencintai itu tak seperti bermain kartu. Sesekali kau juga harus siaga menjaganya baik-baik saja tanpa hanya pasrah pada keadaan. Kau juga perlu menjaga janji tanpa harus bersembunyi dibalik kata “wajar”. Toh, sarapan untuk cinta adalah setia. Memutuskan pergi bukan berarti aku benci. Jujur saja, aku lebih ingin menyelamatkan diri. Sekarang, “kau” adalah masa lalu yang telah menjadi sejarah. Hanya bisa dibaca tanpa pernah mungkin jadi tempat singgah. Berulang-ulang kau bilang tak akan mengulang. Aku hanya bisa diam. Berkali-kali kau bilang maaf. Aku tak keberatan untuk mengabulkan. Tapi saat berulang kali kau minta balikan, aku tak akan pernah bisa mewujudkan. Kau adalah masa lalu. Kita adalah kenangan. Mencintaimu adalah pelajaran. Luka itu juga pengalaman. Semuanya sudah usai dari sekarang. Sayangnya, penyesalan itu memang seperti pahlawan kesiangan, seringkali datangnya belakangan. Maaf ya, aku tak pernah mau balikan. Dari mantanmu yang dulu mencintaimu.

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini