Skip to main content

Polda Jateng Sebarkan Buku Pendidikan Lalin ke Sekolah

Semarang - Kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah masih mengalami peningkatan dan dominasi pelajar tingkat sekolah yang terlibat kecelakaan cukup tinggi. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemprov dan Polda Jateng untuk menekan angka kecelakaan termasuk dengan Buku Hanjar Pendidikan Lalu Lintas.

Dari data tahun 2014 terjadi 16.721 kecelakaan dan naik menjadi 18.427 pada tahun 2015. Sedangkan tahun 2016, sampai bulan Februari saja sudah 3.224 kejadian. Dari jumlah tersebut, korban yang merupakan pelajar mencapai 25%.

"Pelajar ternyata berkontribusi korban kecelakaan 25% di tahun 2015. Pada tahun 2014 berjumlah 3.503 siswa dan tahun 2015 ada 5.320 siswa, meningkat 50%," kata Wadir Lantas Polda Jawa Tengah, AKBP Muji Ediyanto saat membuka Sosialisasi dan Aplikasi Buku Hanjar Pendidikan Lalu Lintas di Mapolda Jateng, Selasa (8/3/2016).

Dari para korban yang terlibat kecelakaan, 60% tidak memiliki SIM, dan sebagian besar karena masih berstatus siswa di bawah 17 tahun. Banyak alasan bagi siswa untuk meminta motor pada orang tuanya, oleh sebab itu perlu adanya kontrol dari keluarga dan pihak sekolah juga.

"Para kepala sekolah dan guru katanya sudah angkat tangan. Di sekolah  sudah sepi motor karena dioperasi, tapi parkiran di samping sekolah  penuh. Di SMAN 5  Semarang itu hotel Amaris penuh parkirnya. Jadi kalau kita tidak berbuat, siapa lagi yang akan selamatkan," tegasnya.

Sebagai salah satu upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan siswa, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng dan Pemprov Jateng bekerjasama membuat buku modul pendidikan lalu lintas. Buku yang dianggarkan dengan dana Rp 1,7 miliar itu akan disebar ke sekolah-sekolah di Jawa Tengah.

"Implementasinya nanti tidak sendiri, bisa ke pelajaran PPKN dan lainnya," tandas Muji saat membacakan sambutan dari Dir Lantas Polda Jateng, Kombes Benyamin.

Buku tersebut akan didistribusikan ke 22.531 sekolah tingkat SD/MI dengan jumlah buku 45.062 eksemplar, kemudian 4.801 sekolah tingkat SLTP/MTs sebanyak 9.602 eksemplar, sedangkan tingkat SLTA/Ma, ada 2.962 sekolah dengan jumlah buku 5.924 eksemplar.

"Syukur Alhamdulillah kerja sama tersebut bisa terwujud dengan adanya hibah anggaran dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Polda Jateng untuk pengadaan buku modul pembelajaran lalu lintas," tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Nurhadi Amiyanto mengatakan ini bukan pertama kalinya kepolisian menjamah siswa sekolah dalam pendidikan berlalu lintas. Diharapkan buku pembelajaran berlalu lintas tersebut bisa segera diintegrasikan dengan pelajaran lain sehingga menekan jumlah korban kecelakaan.

"Melalui buku pendidikan lalu lintas ini, lama-lama jadi kebiasaan, jadi budaya, setelah itu jadi karakter. Bisa mengurangi jumlah kecelakaan atau diharapkan bisa zero," kata Nurhadi. 





Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini