Skip to main content

Pengendara Tewas Dihantam Tembok Roboh

                    BOGOR.- Kota Bogor dikepung bencana setelah hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu 12 Maret 2016 sore. Tercatat sedikitnya ada 6 titik bencana berupa longsor, banjir hingga tembok roboh yang menyebabkan puluhan jiwa mengungsi. Satu orang warga dilaporkan tewas karena tertimpa tembok yang roboh.
Hingga Minggu 13 Maret 2016, warga masih sibuk membersihkan sisa longsoran dan banjir yang menerjang rumah mereka. Sedikitnya 5 rumah warga yang rusak berat akibat tembok dan jalan keluar milik Restoran Bukit Gumati Batu Tulis di RT 2 RW 8, Kelurahan Lawanggintung Kecamatan Bogor Selatan, roboh.
"Beruntung warga yang terkena longsoran bisa menyelamatkan diri," ucap Sutisna, salah seorang korban. Menurut dia, longsor juga sempat menyeret sebuah mobil yang terparkir di sekitar tembok yang longsor.
Hingga saat ini, para korban masih ditampung di rumah RW, Posyandu serta rumah saudara korban.
Kejadian berikutnya, sebuah tembok di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan roboh dan menimpa pengendara sepeda motor yang melintas.
Akibat kejadian tersebut, seorang pengendara sepeda motor tewas karena luka serius di kepala dan seorang lagi menderita luka parah. Kepala Seksi Logistik dan Penanggulangan Bencana BPBD Kota Bogor, Budi Hendrawan mengatakan sudah melakukan penanganan di sejumlah wilayah yang terkena bencana.
Selain itu, pendataan korban bencana juga masih dilakukan mulai dari tingkat RT hingga kecamatan. Dia mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana karena curah hujan yang tinggi masih berpotensi terjadi di Kota Bogor

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini