Skip to main content

Maling Gasak Puluhan Velg di Ciamis

         BERITA CIAMIS. Sebuah toko ban dan velg di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 249 Kelurahan Kertasari Kabupaten Ciamis dibobol maling, Minggu (13/03) dini hari. Sebanyak 25 unit ban raib, kerugian mencapai Rp 15 juta.
“25 ban ukuran 14 yang hilang, merk Bridgestone dan Hancoock. Jika dikalkulasikan jumlah harga semuanya Rp15 juta,” jelas Agus (51), pemilik toko pada Warta Priangan, Minggu (13/03) sore.
Diperkirakan, pelaku tidak hanya satu orang dan faham keadaan sekitar toko. Mereka masuk toko dengan membobol pintu depan toko pada saat menjelang subuh.
“Para pelaku juga pasti melakukan aksinya pada saat menjelang subuh, soalnya di depan toko saya ada pedagang nasi goreng yang berdagang hingga pukul 02.00 WIB pagi,” imbuh Agus.
Kejadian pencurian seperti ini sudah menimpa Agus dua kali. Meski rugi belasan juta rupiah ia enggan melapor ke aparat kepolisian dan sudah mengikhlaskan segala kerugiannya.
“Pencurian yang pertama pada bulan Juli 2015 lalu. Waktu itu sudah lapor ke pihak kepolisian juga tidak ada kabar lagi sampai sekarang. Saya ikhlaskan saja,” kata Agus.
“Pasti mereka bawa kendaraan juga. Saya menduga para pelakunya adalah orang yang sangat faham keadaan di dalam toko,” kata Agus

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini