Skip to main content

KONAMI SEGERA RILIS CONTRA EDISI BARU, SIMAK VIDEO TRAILERNYA DI SINI

Anda yang mengenyam masa anak-anak di awal 90-an ke atas pasti familiar dengan game legendaris Contra; game action sidescrolling yang menjadi game wajib yang pertama kali dimainkan para gamer selain Mario Bros. Konami selaku pemegang hak cipta dari game tersebut tampaknya masih mengandalkan popularitas game tersebut di kalangan pengguna yang berusia 30an, karena kini Konami menjalin kerjasama dengan raksasa mobile gaming asal Tiongkok yaitu Tencent untuk merilis sebuah remake baru berjudul Contra Mobile.
Konami sebelumnya sempat merilis game berjudul Contra: Evolution dalam versi Android & iOS tahun 2013 lalu. Sekalipun gameplay yang diusung masih bakal mirip, namun tampilan grafis dari versi terbaru ini telah memiliki banyak peningkatan ketimbang Contra: Evolution. Sayangnya game ini menurut rencana bakal rilis untuk kawasan Tiongkok saja, tanpa ada keterangan apakah Konami siap merilisnya untuk negara lain; mirip seperti Contra: Evolution dulu.
Contra terbaru ini bakal mengusung sistem freemium, yang artinya pengguna bakal bisa mengunduh & memainkannya secara gratis, namun dengan opsi pembelian di dalam game untuk mendapatkan bonus-bonus yang keren dan susah didapatkan jika mengandalkan gameplay biasa.
Kabar terakhir
 yang beredar malah menyatakan kalau Konami tampaknya bakal mengalihkan fokus untuk merilis game mobile dengan model freemium yang dianggap lebih menguntungkan ketimbang game versi konsol yang butuh biaya besar untuk pengembangan dan memiliki resiko besar untuk rugi di pasaran.
Ketimbang terlalu mengkhawatirkan nasib Konami di masa mendatang, langsung saja simak trailer Contra terbaru berikut ini, dan berharaplah semoga Konami bersedia merilisnya untuk pasar global.
https://youtu.be/TQwT7U1XDdY?t=2

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini