Skip to main content

Dua Rumah Warga di Ciamis Dibobol Maling

                      Petugas kepolisian Polsek Cijeungjing saat melakukan olah TKP di rumah warga di komplek Griya Amarta atau tepatnya di Dusun Kersikan, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, yang sebelumnya dibobol maling.

     Dua rumah warga milik Geri dan Adam di komplek Griya Amarta atau tepatnya di Dusun Kersikan, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, dibobol maling, Sabtu (05/03/2016) siang. Akibatnya, sejumlah barang elektronik yang berada di rumah kedua warga tersebut berhasil digondol maling. 
Dari informasi yang dihimpun HR Online, saat maling menggasak harta benda kedua rumah tersebut, pemiliknya sedang tidak ada rumah dan waktu itu tengah hujan deras. Saat rumah dalam keadaan kosong itulah yang membuat maling dengan mudah melancarkan aksinya.
Kanit Reskrim Polsek Cijeungjing, Aiptu Radius, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, karena kedua rumah itu tengah ditinggalkan pemiliknya, membuat maling dengan leluasa masuk dari pintu depan. “Meski siang hari, namun keadaan di sekitar kedua rumah tersebut tengah sepi karena tengah diguyur hujan. Makanya, maling dengan mudah beraksi,” katanya, saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Minggu (06/03/2016).
Dari hasil penyelidikan, lanjut dia, sebelum masuk ke dalam rumah, maling terlebih dahulu merusak pintu pagar yang tengah terkunci. Setelah itu, maling mencokel pintu depan rumah korban dan langsung melancarkan aksinya dengan menggondol barang-barang berharga.
“Menurut keterangan warga sekitar, sebelum kejadian mereka melihat dua sepeda motor yang berboncengan (4 orang) berkeliaran di sekitar perum. Warga pun sempat memperhatikan ciri-ciri empat orang mencurigakan tersebut, yakni ada salah satunya yang berbadan gemuk dan satu lagi seorang wanita,” katanya.

Dia menambahkan, warga yang melihat 4 orang mencurigakan itu tidak lantas membuntuti, karena waktu itu di sekitar perum tengah diguyur hujan deras. 

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini