Skip to main content

Banjir, Macet pun Mengepung Kabupaten Bandung

           SOREANG- Bencana banjir Kabupaten Bandung sempat melumpuhkan lalu lintas di sekitar genangan. Misalnya, di Jalan Anggadierja, yang tidak jauh dari Pasar Baleendah.
Laporan dari wartawan “PR”, Arif Budi Kristanto, sebuah kompleks di jalan tersebut terendam banjir. Genangan bahkan meluap sampai ke Gedung PLN, taman kota, dan sebagian ke jalan raya. Macet pun tak terhindarkan sepanjang 200 meter dari perumahan, karena pengendara memilih-milih jalan yang tidak begitu terendam. “Ketinggiannya sempat setinggi paha orang orang dewasa tadi subuh. Sekarang sudah mulai surut sisa 10-15 sentimeter,” kata Arif.
Ia sempat terjebak macet panjang saat pulang dari meliput pertandingan Persib di Bekasi. Pukul 4.00 pagi, kendaraan yang ditumpangi Arif tertahan di pintu Tol Buah Batu. Panjang antrean kendaraan dari Bojongsoang sampai Cikoneng baru terurai sekitar satu jam setelahnya.
Jalan Siliwangi-Cigebar pun sempat terputus, karena banjir merendam sepinggang orang dewasa. Jalan alternatif di sekitarnya pun rusak, sehingga kendaraan tertahan sampai air surut. “Banjir kali ini memang yang paling parah terjadi,” kata Arif.
Tak hanya di lima kecamatan di Kabupaten Bandung, banjir-banjir relatif kecil melintasi wilayah-wilayah ‎di Kecamatan Katapang juga tepatnya di sepanjang aliran sungai Citarum. Seperti halnya di Desa Sukamukti, Kampung Bojong Pojok dan Kampung Cembul. Banjir mengenangi di dua titik kawasan jalan masing-masing rata-rata dengan genangan sepanjang 50 meter dengan kedalaman lutut orang dewasa.
Di Rancamanyar hingga Jalan Bojong Malaka, banjir setinggi betis orang dewasa juga mengakibatkan macet. Namun, pengendara tetap menerobos banjir untuk melintas.
Selain itu, kendaraan roda dua di antaranya memutar arah bahkan memaksakan kendaraan mereka melintasi genangan air meski berakibat pada matinya mesin.
Kondisi Banjir hingga siang ini belum ada perubahan yang signifikan. Adapun tingkat kesurutannya hanya baru beberapa meter panjang jalan saja.
Saat ini banjir dan kegiatan hilir mudik kendaraan menjadi tontonan warga dan dijadikan kese‎mpatan warga yang meminta sumbangan sukarela. Selain itu, meluapnya sungai Citarum tersebut di antaranya dijadikan tempat memancing oleh warga.

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini