SOREANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung memerkirakan sebanyak 2.500 kepala keluarga telah jadi korban banjir sejak Sabtu 12 Maret 2016 malam.
Sebagian besar korban dilaporkan telah mengungsi. “Warga sudah mengungsi ke kantor kecamatan, desa, koramil, dan beberapa masjid. Titik yang rumahnya tinggi juga sedang diupayakan ikut menampung masyarakat kena bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan, Minggu 13 Maret 2016.
Jumlah korban itu juga diprediksi jadi total terbesar sepanjang 20 tahun terakhir. Seperti diberitakan, hingga pagi ini genangan air yang merendam jalanan, rumah, perkantoran di Kabupaten Bandung meninggi dengan rata-rata pertambahan 10 sentimeter. Total sudah enam kecamatan terendam.
“Memang banjir itu sudah biasa. Hanya biasanya, ketika air mencapai puncak ketinggian, selesai. Tiga jam kemudian surut. Kalau tahun ini malah makin tinggi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat memuncak,” kata Tata.
Semalam dilaporkan, di Kecamatan Dayeuhkolot, banjir menyergap Kampung Bojongasih RW 3, 4, 8, 13, dan RW 14 dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Demikian juga di Kamasan Kecamatan Banjaran.
Kemudian di Kampung Parunghalang (tinggi permukaan air mencapai 20 sentimeter), Leuwibandung (50 sentimeter), Citeureup (1,2 meter), Jalan Andir-Katapang (50 sentimeter), Ciputat (1 meter), Cigosol (1 meter), dan Kampung Andir RW 6 dan RW 7 (1 meter). Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang di Kampung Cijagra (50 sentimeter), dan Jalan Cijagra-Bojongsari (30 sentimeter). Banjir juga melanda Kecamatan Ciparay dan Baleendah. Belum ada laporan desa atau kecamatan lain yang terkena banjir.
Comments
Post a Comment