Skip to main content

Tak Pernah Perbayangkan

                Aku tidak pernah berfikir untuk kembali pada dirimu , yang aku sayangi sampi saat ini , aku telah mengubur semua impian untuk bisa memillikimu , teah ku kubur dalam cinta itu , aku mencintaimu dalam diam , tapernah ada lagi sebuah keyakinan aku akan bersamamu untuk mengaruni bahterai cinta itu , tapi semua itu berubah begitu aku mengetahui betapa dirimu jiga meilihku untuk bersamaku , aku merasa semua itu hanya dejavu atau hayalan dalam dongen yang ku buat dalam duniaku sendiri tapi kamu mampu masuk kedalam duniaku yang ku buat hanya untuk diriku sendiri , kamu mampu mencintaiku dngan segala perbendan ini , aku hanya biasa berterimakasih telah mencintaiku , dan telah mampu meluluhkan hati ini kembali , aku tidak pernah berfikir bahwa semua ini akan nyata di dunia yang ku pijak sat ini , begitu banyak wanita yang ku temui tapi semua itu tidak mampu membuatku luluh dan bertahan mencintainya , meskipun aku banyak menemui wanita yang dulu pernah singgah di hati ini tapi semua itu hanya kebohongan semata yang ku bua sendiri , hati ini telah memilihmu dan tak bias berangjak , ternyata aku mencari banyak hati yang  kutemui semua itu palsu dan tak membuatku merasa nyaman dengan semua wanita itu , tapi aku tak ernah mlihat mu bahwa dirimu mencintaku dengan sepenuh hati , kau sahabat yang menbuat ku mencintaimu , ku bayangkan betapa ajaibnya hidup ini ku cari tambatan hati tapi tak bisa memilih begitu saja aku mencintaimu dengan segala yang aku punya , jangan beranjak lagi dan tetap disini temaniku sampi akhir hayat ini .

Ciamis,14-januari2016 10.17pm

Oleh : ade wildan khairana sudirman

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini