Rasa ini tak mungkin bisa pudar dengan apapun , aku
mencintamu bukan hanya ingin sesat , aku menyanyangimu lebih dari yang kamu
ketahui tentang perasaan ini , bagi ku kamu adalah seorang malaikat yang tuhan
turunkan , untuk membuatku kembali
tersenym dan menjalani di dunia nyata ini dengan cara yang lebih baik , dan
terimakasih tuhan kau telah kirimkan malaikat cantik yang bisa membuat hati ini
kembali tersenyum dan bisa kembali bangkit , ya tuhan aku berharap semua ini
bukan hanya sesat aku ingin dia sampai aku kau ambil , aku sudah tidak bisa branjak
lagi pada yang lain , hati ini telah memilihnya , semoga hatinyapun memilihku ,
aku mungkin bukan orang yang baik atau pun orang yang belum tentu bias
membahagiakannya tapi aku berharap aku bias menepis semua omongan itu dengan
kesungguhan hati ini................................
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...
Comments
Post a Comment