Skip to main content

INI SALAH SATU ALASAN KENAPA SULIT MENGATASI MASALAH

APAKAH ANDA SULIT MENGATASI MASALAH?

Banyak yang bertanya kepada saya, baik via BBM, facebook, atau email yang bertanya cara mengatasi masalah mereka. Saya berusaha membantu siapa saja yang bertanya dengan baik-baik. Dari menjawab berbagai pertanyaan, banyak sekali pelajaran yang bisa saya share kepada Anda melalui tulisan ini. Tapi, saya akan fokus ke satu hal yang sangat penting untuk difahami jika Anda ingin menyelesaikan masalah.
Sehebat apa pun solusi yang diberikan, jika Anda tidak memahami, menerima, dan menerapkan satu hal ini, maka solusi itu tidak akan ada artinya.
Sering kali, solusi itu sederhana dan umum sekali. Artinya mungkin Anda dan kebanyakan orang sudah mengetahui solusi itu. Sayangnya, solusi yang diketahui bisa percuma jika satu hal ini belum difahami.

Cara Mengatasi Masalah Apa Pun Dengan Segera

Ups … Jika Anda tidak membaca pendahuluan langsung ke bagian ini, artinya Anda termasuk orang yang memiliki satu hal ini.
Apa itu?
Ingin mendapatkan solusi secara instan. Jika perlu tidak usaha bekerja dan hasilnya langsung datang dalam 1 atau 2 hari.
Ya, memang. Ada beberapa masalah yang harus diselesaikan sekarang juga. Mungkin dan Anda bisa mencari solusi mepet. Tapi biasanya, solusi mepet akan meninggalkan masalah baru berikutnya. Bisa saja jika diperlukan, artinya mengalihkan masalah.
Tapi saat ini saya tidak sedang bicara masalah seperti ini. Fokus pada masalah yang tidak sangat mepet untuk diselesaikan. Artinya masih ada waktu untuk menyelesaikan, tapi sayangnya banyak orang yang tidak mau menjalani proses untuk mengatasi masalah itu.
Jika Anda termasuk orang yang selalu mencari solusi instan, mulailah mengubah pikiran Anda, bahwa mengatasi solusi itu membutuhkan proses dan waktu. Mungkin juga biaya. Jika terus-menerus ingin mendapatkan solusi instan, bisa saja Anda malah menghabis kan waktu untuk memikirkan dan mencarinya tanpa mengambil tindakan menjalankan solusi yang sebenarnya sudah ada.

Beberapa Studi Kasus Umum

Mau memulai bisnis, tapi tidak punya modal.

Ini pertanyaan termasuk yang paling sering saya terima. Sebenarnya solusinya sudah umum, banyak yang sudah mengetahuinya. Bisa nabung, bisa kerja sama, bisa minta, atau bisa meminjam. Masalahnya untuk bisa mendapatkan modal butuh proses dan banyak yang tidak mau menjalankan proses itu.
Untuk menabung pasti butuh waktu dan kerja kerasa menyisihkan sebagian penghasilan saat ini. Ah lama, tidak mau.
Kerja sama dikatakan ribet, sulit mencari partner yang dipercaya, dan sebagainya. Tentu butuh proses. Tapi, tidak mau juga menjalin relasi dan menjajaki kerja sama dengan orang.
Meminta? Kepada siapa? Kepada keluarga, orang tua, atau kakak misalnya. Bisa sich tapi kecil, keluarga saya bukan orang kaya. Padahal dia bisa mengembangkan uang yang kecil itu. Tapi, tidak mau juga, ingin langsung besar.
Meminjam? Ah sulit, apalagi ke bank! Tentu saja, orang akan mau meminjamkan jika mereka percaya kepada Anda. Artinya butuh waktu dan proses untuk membangun kepercayaan. Sekali lagi, tidak mau menjalankan proses itu.
Saya sudah menulis lebih lengkap bagaimana cara mendapatkan modal disini. Tapi ingat, Anda harus bersedia menempuh waktu dan proses untuk mendapatkan modal itu.
Sebenarnya bisa saja memulai bisnis dengan modal seadanya, tapi sekali lagi akan membutuhkan proses. Sejauh mana Anda mau menjalani proses itu, solusi selalu ada.

Masalah Perasaan

Masalah lain yang juga kadang sulit diatasi adalah masalah perasaan. Baik ditinggalkan pacar, tidak mendapatkan sesuatu sesuai keinginan, dikecewakan orang lain, dan sebagainya.
Padahal solusinya mudah dan sudah ada di Al Quran (semua solusi ada di Al Quran):
“…. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu Tidak mengetahui.” [QS. Al Baqarah 2: 216]
Apa reaksi mereka setelah saya ingatkan ayat ini?
“Iya sich, tapi sulit.”
“Saya tau, tapi saya masih belum bisa menerima.”
“Tapi tetap saja, saya masih sakit hati.”
dan sebagainya.
Kita semua sadar, bahwa untuk melupakan perasaan yang negatif akan membutuhkan waktu. Akan ada proses yang harus dilalui. Tidak langsung melupakan dan langsung nyaman.
Anda akan dituntut untuk menjalani tahap demi tahap untuk memperbaiki perasaan Anda. Tegarkan diri Anda, bersyabarlah, dan bersyukurlah. Memang sulit, memang butuh waktu, tapi harus Anda lakukan.
Kalau mau atau merasa sangat parah, mungkin membutuhkan jasa yang berkaitan dengan terapi. Tapi setau saya, tidak juga dipastikan memberikan hasil yang instan. Butuh waktu untuk membenahi perasaan. Jalani saja, lama kelamaan Anda akan lebih nyaman lagi.
Begitu juga saya, saya pernah merasakan perasaan kecewa, marah, bahkan mungkin dendam. Awalnya sulit, tapi lama-lama juga perasaan itu bisa mudar.

Kesimpulan

Untuk mengatasi masalah itu sering kali membutuhkan proses dan waktu. Tidak menjamin akan ada solusi dengan sekejap. Butuh waktu, bahkan bisa saja untuk menemukan solusi itu sendiri Anda membutuhkan waktu. Untuk solusi yang sudah diketahui dan umum pun, cara mengatasi masalahnya bisa lama. Apalagi jika Anda belum mengetahui solusinya, akan dibutuhkan waktu untuk menemukan solusi.
Keshabaran sangat dibutuhkan untuk menemukan solusi DAN mengaplikasikan solusi itu.

Comments

Popular posts from this blog

REVISI MAKALAH HUBUNGAN FILSAFAT BAHASA DENGAN LOGOSENTRISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...

Sejarah Desa Rancah

          Menurut cerita dari para orang tua, Rancah dahulu berbeda dengan Rancah sekarang. Sesuai dengan namanya, Rancah zaman dahulu merupakan daerah yang penuh dengan lumpur (rawa), walaupun tidak semua daerah Rancah berlumpur. Oleh karena itu daerah Rancah cocok untuk ditanami tanaman padi. Disamping daerah rawa, Rancah juga ternyata diapit oleh pegunungan-pegunungan yang sangat luas. Potensi hasil hutan Rancah mungkin dahulu sangat besar. Tetapi lain dulu lain sekarang. Kini Rancah merupakan daerah yang mulai beralih kepada daerah perniagaan. Daerahnya yang sangat strategis membuat semua orang meliriknya untuk menjadikan Rancah sebagai tempat usaha. Pegunungan yang dahulunya penuh dengan pepohonan, kini sudah mulai berubah menjadi tempat pemukiman masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau melihat sejarah ada kemungkinan masyarakat Rancah dulunya adalah penganut Animisme dan dinamisme serta ajaran Hindu Budha. Hal ini dapat dibuktikan de...

Hujatan

      Hari ini musik banyak dihujat. Beberapa kawan dekat saya yang dulu aktif bermusik, kini bahkan bilang ia haram. Tapi musik adalah objek, ialah benda mati yang dihidupkan manusianya. Sama dengan pena diberikan kepada revolusioner maka mampu memerdekakan sebuah bangsa; diberikan kepada psikopat, ia menjelma senjata pembunuh yang bahkan mampu menggorok bayi yang tak berdosa pun.              di saat ku menyadari di sini