Aku berada di ruang hampa tanpa sebuah sandaran yang pasti , aku ingin pergi , aku ingin pergi tanpa ada siapapun mencariku , aku akan pergi sampai kaki dan hati ini berhenti , jangan pernah mencariku aku ingin pergi aku benci dengan ruang yang menyedot energiku lebih , aku sendiri tanpa ada yang mengganggu ku , ramuan kimia yang masuk kedalam tubuhku mulai bereaksi aku mulai hilang kendali , tubuh ini mulai mengkuti alunan musik yang ku perdengarkan , bitt distorsi yang membuat tubuh ini semakin lair hilang kendali .
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semenjak zaman Yunani kuno filsafat telah menjadi perhatian pokok para filsuf sebagai dasar pijakan untuk memandang segala sesuatu termasuk bahasa. Bahasa telah menjadi topik menarik sepanjang sejarah bagi para filsuf, dapat dikatakan perhatian filsafat terhadap bahasa saat ini sama agungnya dengan “ being” (yang ada) dalam filsafat klasik dulu. Logos atau bahasa menjadi prinsip alam semesta dan menjadi prinsip pertama dari pengetahuan manusia. Seiring waktu para filsuf menemukan bahwa bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep analisa yang menjadi tugas utama filsafat. Keterpusatan para filsuf terhadap bahasa inilah yang kemudian dinamakan dengan “logosentrisme”. Eko Ari Widodo dalam Jurnal Oka Antara edisi ke-4, tahun 2009 menjelaskan bahwa logosentrisme adalah sebuah sistem metafisik yang mengandaikan adanya logos atau kebenaran transendental dibalik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal y...
Comments
Post a Comment